Distribusi Terganggu, Harga Cabai di Blitar Anjlok

Home (Active) Forum bbPress Forums Category bbPress Public Forum Distribusi Terganggu, Harga Cabai di Blitar Anjlok

Di-tag: 

Topik ini mengandung 0 balasan, memiliki 1 suara, dan terakhir diperbarui oleh fadlan fadlan 4 tahun, 11 bulan yang lalu.

Melihat 1 tulisan (dari total 1)
  • Penulis
    Tulisan-tulisan
  • #4039
    fadlan
    fadlan
    Peserta

    Para pedagang dan petani cabai rawit di wilayah Blitar belum bisa bernapas lega. Pasalnya, harga cabai rawit anjlok. Penerapan PPKM diduga ikut jadi penyebab.

    Lutfiatul Munadhifah, salah seorang pedagang cabai di Pasar Templek mengatakan, harga cabai anjlok sejak Agustus lalu. Sebelum penerapan PPKM, harga cabai rawit mencapai Rp 40 ribu per kilogram (kg). Kini hanya sekitar Rp 14 ribu per kg. Padahal, harga normal cabai rawit berada di kisaran Rp 25 ribu per kg. “Sudah sejak satu bulan ini. Tepatnya sejak ada PPKM darurat bulan kemarin,” ujarnya.

    Lutfi mengatakan, cabai merah besar dan cabai hijau juga bernasib sama. Harga cabai merah besar sebelumnya mencapai Rp 30 ribu per kg. Namun kini hanya Rp 13 ribu per kg. Cabai hijau awalnya Rp 25-30 ribu per kg, kini hanya Rp 17 ribu per kg. “Rata-rata harga bumbu dapur memang ikut terdampak (PPKM, Red),” katanya.

    Alasannya, lanjut Lutfi, masa panen cabai di wilayah Blitar terjadi hampir bersamaan. Jadi stok barang yang ada pada pengepul cukup melimpah. Kondisi itu diperparah proses distribusi cabai ke sejumlah daerah terhambat lantaran penerapan PPKM. “Belakangan ini kan musim panen cabai di Blitar. Jadi, stoknya sangat banyak. Tapi pengepul atau distributor kesulitan kirim ke luar daerah karena selama PPKM distribusinya jadi terhambat,” jelasnya.

    “Mereka lebih memilih mejual cabai dengan harga murah daripada barangnya tidak laku,” imbuhnya.

    Sobirin, salah seorang petani cabai di Desa Purwokerto, Kecamatan Srengat mengaku, kondisi sekarang membuat para petani merugi. Mereka harus melepas cabai hasil panen dengan harga di bawah standar. Hal tersebut terpaksa dilakukan ketimbang cabai hasil panen tidak laku. “Sekarang harganya turun jauh. Kalau dari petani hanya Rp 6.000-7.000 per kkg,” akunya.

    Sobirin hanya bisa berharap agar penerapan PPKM di wilayah Blitar segera berakhir. Dengan begitu, proses nama bayi 3 kata distribusi cabai ke berbagai daerah kembali normal. Hal itu tentu dapat kembali mengatrol harga cabai, setidaknya agar kembali normal. “Semoga PPKM segera selesai. Jadi harganya bisa normal kembali. Karena kalau hanya dengan harga segini, tidak sebanding dengan biaya perawatan tanaman cabai,” tandasnya. (*)

Melihat 1 tulisan (dari total 1)

Anda harus log masuk untuk membalas topik ini.